Sejak 1724,
Masih Berdiri
Kelenteng Sam Poo Kong adalah tempat Laksamana Cheng Ho berlabuh, berdoa, dan meninggalkan warisannya di Semarang. Enam abad kemudian, kawasan ini masih hidup sebagai tempat ibadah, pusat budaya, dan destinasi sejarah yang tak tertandingi.
Laksamana yang Singgah,
Warisan yang Bertahan
Pada awal abad ke-15, armada besar di bawah komando Laksamana Zheng He berlabuh di pesisir Semarang. Zheng He, seorang Muslim Tionghoa yang melayari Samudra Hindia atas perintah Dinasti Ming, singgah dan mendirikan sebuah tempat untuk beristirahat dan berdoa di kawasan yang kini dikenal sebagai Gedung Batu.
Kawasan ini kemudian tumbuh menjadi kelenteng yang dihormati oleh komunitas Tionghoa Semarang. Nama Sam Poo Kong berasal dari gelar kehormatan untuk Zheng He dalam dialek Hokkien: Sam Poyang berarti “tiga permata” atau “harta ketiga”.
Arsitektur Gedung Batu mencerminkan akulturasi yang unik: ukiran Tionghoa berpadu dengan elemen Jawa dalam satu kompleks yang sama. Bangunan ini bukan sekadar tempat ibadah, tetapi juga catatan hidup tentang bagaimana dua budaya besar bertemu dan saling menghormati.
“Gedung Batu adalah titik di mana sejarah pelayaran, kepercayaan, dan akulturasi bertemu dalam satu tempat.”
Arsip Yayasan Sam Poo Kong


Jam Buka &
Harga Tiket
Jam Operasional
- Senin – Sabtu08.00 – 20.00 WIB
- Minggu & Hari Besar06.00 – 21.00 WIB
Harga Tiket Masuk
Alamat
Jl. Simongan No.129, Bongsari,Semarang Barat, Kota Semarang,
Jawa Tengah 50148
Jadwal Acara
Mendatang
Memuat jadwal acara...
Keindahan dalam
Setiap Sudut
Foto-foto di bawah adalah placeholder sementara. Aset foto resmi akan ditambahkan setelah tersedia.
Ada Pertanyaan
atau Kerjasama?
Untuk informasi kunjungan, reservasi venue, atau kerjasama acara budaya, silakan kirimkan pesan kepada kami. Tim kami akan merespons secepatnya.
